Hati-hati Tensi Emosional Bisa Menghalangi Kesuksesan Anda

Tensi emosional bisa menghalangi kesuksesan - Tensi emosional sering menjadi sumber yang memunculkan akar masalah yang kemudian tumbuh bersama laju waktu yang tak pernah mau menunggu.

Setiap tindakan yang diambil selalu diembeli dengan kata "tapi" atau "seandainya" sehingga tidak ada tindakan yang dilakukan kecuali selalu diakhiri dengan penyesalan karena ada satu atau dua kekurangan.

Semakin tinggi tensi emosional maka semakin menguras pemikiran yang seharusnya dipakai secara dominan untuk menunjang produkrivitas. Tensi emosional bisa menghalangi kesuksesan setiap orang, bila turun naiknya tidak dikendalikan.

Tensi emosional bila tidak diturunkan bisa menghalangi kesuksesan seseorang

Terlalu dalam menerjemahkan setiap makna kegiatan yang dilakukan akan memabawa seseorang pada imajinasi yang tidak rasional. Bahkan dia bisa kehilangan diri hingga tidak terkendali, ini sangat menghawatirkan.

Seperti ketika seseorang yang menjalankan usaha demi membantu meringankan beban orang tuanya, kemudian dia memilih untuk banting tulang dengan bekerja keras.

Tetapi disisi lain malah menagih penghargaan yang tinggi dari orang tuanya karena merasa telah bekerja dengan keras demi mereka. Sudah di pastikan orang seperti ini tidak akan pernah mencicipi hasil jerih payahnya dengan jelas, karena diapun tidak memiliki tujuan yang jelas dan tegas dalam pekerjaannya.

Islam memperkenalkan istilah-istilah yang sangat berharga bagi peradaban manusia. Seperti keikhlasan, keridloan, kesyukuran, keyakinan, keistiqomahan, kesabaran dan ketawadluan. Semua istilah ini bila di kerucutkan maknanya adalah "kendalikan emosi dan tingkatkan produktivitas".

Keikhlasan itu sangat berhubungan dengan kemauan yang terkelola dengan baik. Kemauan yang dimaksud adalah kemauan untuk mengambil sikap, tindakan dan fokus dalam melakukan prosesnya.

Dengan di dasari keikhlasan sebuah pekerjaan akan berjalan sangat lurus sesuai dengan tujuan yang harus dicapai, tanpa memperdulikan rendah dan tingginya kesulitan yang harus di hadapi. Keikhlasan adalah penguat untuk menetapkan roda pekerjaan diatas relnya yang pasti.

Memandang setiap permasalahan yang muncul sebagai suatu keawajaran akan membuat Kamu memiliki kesiapan menjalani proses tanpa beban. Oleh karena itu tidak akan ada pekerjaan yang terabaikan karena adanya tekanan.

Permasalahan yang muncul malah akan menjadi pelajaran yang sangat berharga dan membuat kamu semakin dewasa serta membuatmu semakin bijak dalam menghadapi setiap persoalan yang muncul ditengah pekerjaan yang kamu jalankan.

Harta paling istimewa adalah apa yang kini sudah ada ditangan kamu bukan sebaliknya. Jadi menggunakan sesuatu yang sudah ada dalam genggaman kamu dengan semaksimal mungkin adalah keputusan yang paling logis dalam membangun kemampuan dan kapasitas kamu dalam berbagai hal terhusus dalam membangun usaha dan membangun kinerja.

Lebih baik memilih bisnis yang sederhana kemudian dilakukan sepenuh hati diiringi produktivitas yang terus meningkat dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Inilah yang disebut memaksimalkan apa yang kita miliki.

Percaya terhadap kemampuan diri sendiri wajib dibangun dengan serius. Membangun kepercayaan diri berarti mendorong kemauan kamu hingga tidak lagi terbebani dengan ketakutan yang akan menghentikan upaya kamu dalam berusaha. Kegagalan selalu diawali dari ketidak percayaan terhadap kemampuan diri sendiri. Inilah yang harus selalu di evaluasi.

Kemudian bagian terakhir yang paling penting untuk di perhatikan adalah konsistensi dalam berbagai hal khususnya dalam usaha dan pekerjaan yang kamu jalani. Jangan pernah melakukan pekerjaan dengan sering melakukan penundaan pada pekerjaan tersebut.

Prinsipnya semakin cepat semakin baik. Bahkan konsistensi akan membuat kamu menjadi orang yang memiliki keseimbangan dalam menghadapi berbagai persoalan dan peluang yang datang. Sehingga kamu akan mampu memilih keputusan yang sangat baik ketika menyelesaikan setiap persoalan dan mengambil peluang.

Itulah pelajaran yang penting kamu renungkan. Kesuksesan harus di gantungkan dengan akal yang sehat, bukan dengan rasa yang berlebih. Akal akan selalu memandang segala sesuatu dengan logis, sementara rasa hanya berkiblat pada imajinasi, bila rasa tak terkendali, malah akan membuat kamu semakin kehilangan diri sendiri dalam berbagai hal termasuk menyangkut sesuatu yang paling pribadi.

Terakhir; Mari membangun mimpi yang besar di masa depan kita dengan cara melakukan prosesnya tanpa berlarut dalam emosi yang tidak rasional.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Jangan sungkan untuk berkomentar, karena komentar Anda sangat berharga untuk semua orang. Orang terhebat itu yang mau berbagi gagasan dengan orang semua orang.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *