Ekonomi syari'ah akan memberikan rasa keadilan

Ekonomi syari'ah akan memberikan rasa keadilan bila diterapkan kedalam konsep ekonomi dunia saat ini. Hal itu merupakan salah satu bahasan yang muncul dalam konfrensi Internasional yang berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta.

Mahyudin Ekonomi syari'ah akan memberikan rasa keadilan

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Mahyudin membuka International Conference bertemakan Islamic Economic System in Answering Global Economic Challenge, Kemarin, Senin (5/2).


Lebih dari satu narasumber datang dalam konferensi internasional itu diantaranya, seorang ekonom Departemen Ekonomi Keuangan Syariah Bank Indonesia Bapak Prayudhi Azwar, Ketua Program Sarjana Muda Pengurusan Pembangunan Islam Brunei Darussalam Datuk Shereeza binte Mohammed Sanifi, serta Guru Besar Sains Malaysia Muhammad Syukri Salleh.

Dalam konfrensi itu Mahyudin mengungkap kalau sesungguhnya system perekonomian Islam selama perjalanan sejarahnya sudah sejak lama dimulai. Apabila mendalami perjalanan sejarah Islam, yaitu rancangan perekonomian yang diaplikasikan Nabi Yusuf AS dalam mengelola perekonomian Mesir pada saat itu.

Mahyudin mengungkap rancangan Nabi Yusuf dalam pengelolaan ekonomi Mesir merupakan ekonomi syariah kemudian dapat dibuktikan dengan keberhasilannya dalam menyelamatkan Mesir dari bencana kelaparan serta paceklik. " Karna dalam mimpi Nabi Yusuf Mesir bakal melewati masa panen besar sepanjang tujuh tahun yang kemudian akan diikuti masa paceklik sepanjang tujuh tahun, rancangan syariah yang diaplikasikan dengan baik oleh Nabi Yusuf telahdapat menanggulangi masa paceklik itu, katanya.

Mahyudin juga mengungkapkan, bahwa sesungguhnya negara-negara Asia seperti Indonesia ini bila dapat mengambil rancangan syariah dalam perekonomian negaranya juga akan dapat menanggulangi masa krisis yang selalu muncul. Sebab tidak hanya manajemen pengelolaan yang baik, system ekonomi syariah juga bisa memberikan dan mewujudkan keadilan untuk semuanya.

Ketika masa krisis menerpa Indonesia pada tahun 1998, Indonesia benar-benar kacau " Semestinya kita belajar dari perjalanan sejarah ekonomi Islam, bagaimana cara mengelola keadaan beberapa tahun dalam kemakmuran serta bagaimana cara mengelola beberapa tahun ketika krisis melanda. Harusnya hal semacam ini dapat menjadi bahan kajian baik di Indonesia ataupun negara Malaysia, Brunei serta negara yang lain, " ungkapnya.

Mahyudin melanjutkan, Indonesia sesungguhnya telah mengimplementasikan ekonomi kerakyatan satu diantaranya lewat sistem yang diterapkan oleh koperasi. Koperasi sesungguhnya merupakan bagian nyata dari ekonomi syariah. Tapi meskipun berpedoman ekonomi kerakyatan, prakteknya Indonesia banyak memakai mekanisme pasar yang disebut ciri kapitalisme.


Menurut Mahyudin, kapitalisme begitu beresiko sebab cuma memihak pada yang memiliki modal serta mengeksploitasi pekerja. Hingga keluarlah kesenjangan yang begitu besar dalam kehidupan sosial masyarakat, ada yang kaya sekali ada yang miskin sekali. Karenanya ia percaya ekonomi syariah adalah system ekonomi yang dapat memberikan rasa keadilan untuk semua kalangan lapisan masyarakat.

" Dari situlah harusnya tumbuh kesadaran kuat dari kita semuanya untuk dapat membuat rasa adil buat semuanya rakyat Indonesia. kajian-kajian ini begitu perlu menjadi bahan masukan pengambil kebijakan" tandasnya

Dari informasi di atas, kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa Ekonomi syari'ah akan memberikan rasa keadilan bila di terapkan dengan fokus ke dalam konsep ekonomi kita. Secara Individu kita sangat mungkin untuk menerapkannya sebelum akhirnya akan terwujud dalam konsep ekonomi yang lebih besar dan lebih luas.

Belum ada Komentar untuk "Ekonomi syari'ah akan memberikan rasa keadilan"

Posting Komentar

Jangan sungkan untuk berkomentar, karena komentar Anda sangat berharga untuk semua orang. Orang terhebat itu yang mau berbagi gagasan dengan orang semua orang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel