Demi menjalankan usaha pikiran harus tetap fokus

Kerjaku.| Pagi itu suasananya memang tidak mendukung, karena langitnya mendung. Belum lagi pesanan yang dinanti tidak juga kunjung datang. Sementara barang sisa kemarin cukup membuat kepala nyut-nyutan, karena bila barang sisa kemarin itu tidak bisa dijajakan hari ini dan terjual, maka seperempat dari modal dagangku akan lenyap. Disamping itu si cantik disebrang sana, yang sedang ikut-ikutan mendung, senyumnya tidak juga muncul. Sungguh pagi yang menyesakan dada. Tapi, demi menjalankan usaha pikiran hatus tetap fokus.

Padahal jarum pendek jam dindingku terlihat sudah hampir menunjuk angka 8. tetapi mendung malah diganti dengan hujan, sementara matahari yang ditunggu malah asik bersembunyi dibalik pesta sang awan. Hatiku semakin lesu dan ngilu. Bisakah aku melangkahkan kaki keluar dari istana megah ini?, kemudian dengan bebas menyambut rizki yang seperti biasa aku jaring di jalanan pasar klasik itu?, sungguh tanya yang susah dijawab.

Demi menjalankan usaha pikiran harus tetap fokus dan tenang

Aku duduk sambil memeluk erat kedua lututku, sambil memandang kaca dijendela rumahku yang sekarang tampak bercak-bercak air mulai memadati beningnya. Sementara sederet barang yang seharusnya sudah berada dikeramaian pasar itu masih berjejer rapi di atas sofa jadul penghuni rumahku. uhh sungguh susasana yang menegangkan sedang membahana menggerayangi rasa didada.

Baiklah... Mungkin langit sedang menyuruhku untuk tetap berada di istana sewaan ini. Atau mungkin ada sesuatu yang harus aku perbuat disini. Tapi, barang-barang itu mungkin akan menangis karena terlalu lama terdiam di sofa itu. ahh... dibalik kenyataan selalu ada hikmah yang bisa dijadikan patokan untuk kesuksesan yang belum didapatkan.

Gadget itu bergetar memintaku untuk cepat-cepat mengelusnya "biar barangnya nanti sore saya ambil, soalnya saya kekurangan stok untuk nanti di pasar malam" dan wow pesan itu seperti suara bidadari yang mengelus telinga hatiku dengan penuh cinta. Tapi, masih ada tanya di benakku, benarkah isi pesan itu? atau cuma ilusi yang sedang menghinggapiku?, berulang kali pesan itu aku baca, kemudian aku balas dengan "ok, kebetulan pagi ini saya gak jadi ke  pasar, kamu saya tunggu" hingga 10 pesan balasan aku kirim dan memang itu adalah nyata.

Padahal sebelum itu, disubuh yang buta, aku sudah sadar bahwa pagi ini cuaca tidak akan bersahabat untuk setiap kegiatan diluar rumah. Tetapi aku tetap saja memaksa diriku untuk mengambil barang dagangan dari sang bos yang lumayan baik hatinya. Kujalankan kegiatan disubuh itu seperti biasa dengan fokus tanpa memperdulikan titik-titik hujan yang sempat memberi peringatan kepadaku diperjalan sehabis menjalankan sholat berjamaah subuh, bahwa cuaca di pagi ini akan turun hujan yang lebat.

Kemudian aku berfikir, mungkin inilah seharusnya, menjalankan usaha itu memang harus tetap fokus, jangan terlalu memperdulikan keadaan. Selama itu, untuk kebaikan, diantaranya adalah menjalankan usaha dengan penuh kesungguhan. Dan satu hal yang paling penting, selalu berbaik sangaka pada setiap kenyataan yang sedang aku jalani.

Intinya, Demi menjalankan usaha pikiran harus tetap fokus pada setiap kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan. Terima kasih, semoga curhat ini akan berdampak manfaat bagi kamu yang sudah rela meluangkan waktu untuk membaca tulisan sederhana ini.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Jangan sungkan untuk berkomentar, karena komentar Anda sangat berharga untuk semua orang. Orang terhebat itu yang mau berbagi gagasan dengan orang semua orang.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *