Bekerja Dan Berusaha Adalah Ibadah

Kerjakusini Menjalani kehidupan dunia dengan penuh kesenangan dan kebahagiaan adalah harapan semua orang tanpa membedakan dari mana dia berasal. Bila ada yang mengatakan tidak menginginkan kesenangan dan kebahagiaan dunia, maka itu adalah sebuah kebohongan dan pengingkaran terhadap sunnatullah. Kemudian untuk meraihnya adalah dengan jalan berkerja dan berusaha mencari penghasilan yang akan membawa pada pemenuhan kebutuhan bekal menjalani kehidupan ini sehingga bisa meraih titik senang dan bahagia. Agama menganjurkan umatnya menjadi pengusaha

Mensyukuri Ni'mat Waktu Siang

Siang adalah salah satu ni'mat waktu yang diberikan Allah swt. untuk semua makhluknya terutama manusia. Siang disediakan agar manusia mau menggerakan dirinya dengan melakukan segala hal yang bisa menyelamatkan dirinya dan menuntunnya pada eksistensi keberadaannya sebagai makhluk yang diciptakan untuk hidup. Gerak adalah bagian dari tanda adanya kehidupan bukan sebaliknya.

Mencari pendapatan dengan bekerja atau dengan menciptakan usaha, inilah yang menandakan bahwa seorang manusia itu hidup. Mau bekerja atau mau berusaha adalah tanda manusia yang mensyukuri ni'mat siang dengan sepenuh hati. Menggunakan siang untuk mencari penghasilan sama dengan mengamalkan nilai ibadah yang dituntut oleh syari'at Islam pada hususnya. Bahkan Islam sangat mengecam orang yang tidak menggunakan waktu siangnya dengan amal perbuatan sebagai muslim yang tidak bersyukur terhadap ni'mat siang yang telah diberiakan Allah swt kepadanya.
“Kami telah membuat waktu siang untuk mengusahakan kehidupan (bekerja).” (QS. Naba’ : 11)
Di sisi inilah salah satu alasan atau dalil bahwa mau bekerja atau mau berusaha mendapatkan penghasilan dengan terus menambah dan menambah penghasilan untuk bekal hidup sebagai ibadah yang sangat dianjurkan. Sekecil apapun kegiatan usaha memiliki potensi untuk berkembang

Mensyukuri Keberadaan Bumi Beserta Isinya

Bumi dengan beragam isinya merupakan potensi yang sangat besar bagi manusia agar bisa hidup dalam kesenangan dan kebahagiaan. Tiada alasan untuk mengatakan sulit mencari pekerjaan, begitu pula tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa menciptakan usaha pada zaman ini sebagai sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Karena potensi untuk mengaplikasikan kedua konsep hidup ini sangatlah besar. 
“Kami telah menjadikan untukmu semua didalam bumi itu sebagai lapangan mengusahakan kehidupan (bekerja) ; Tetapi sedikit sekali diantaramu yang bersyukur.” (QS. A’raf : 10)
Memotivasi diri untuk lebih semangat dalam bekerja dan berusaha adalah ibadah yang sangat tinggi derajatnya. Sholat, zakat, puasa dan haji yang kesemuanya merupakan bagian dari ibadah pokok, insyallah akan benar-benar tegak pada pribadi seseorang yang telah berhasil memaksimalkan pekerjaan dan usahanya sampai mampu memberinya penghasilan atau pendapatan sebagai bekal hidupnya. Keluh dan kesah bukan lagi menjadi milik orang yang mau bekerja dan berusaha, karena baginya hanya ada dua kata sebaliknya yaitu Semangat dan Bahagia.

Mensyukuri Ni'mat Telah Menjadi HambaNya

Ketundukan dan kepatuhan seseorang hamba kepada sang Khaliq dengan shalatnya, puasanya, zakatnya dan ibadah hajinya telah mengalamatkan keshalehan dirinya telah diraih. Namun dari ibadah mahdlah yang telah dilakukan oleh sang hamba ini kemudian harus diaplikasikan kedalam gerak kehidupan yang sesungguhnya sehingga bisa berdampak pada tersebarnya kemanfaatan serta berbagai hikmah kepada orang dan seluruh makhluk yang ada disekelilingnya.

Bekerja dan berusaha adalah ibadah penyempurna mahdlah
Ruku dan sujud yang menjadi tanda kepatuhan dalam shalat harus ditingkatkan kemaqom yang lebih hakiki, yakni dengan mengintegrasikan keduanya kedalam gerak amaliahnya dalam kehidupan diluar ibadah mahdlahnya. Amaliah adalah konsep yang mewadahi konsep berkerja dan konsep berusaha. Shalat secara lahiriah ditujukan untuk menciptakan manusia mandiri yang mau membangun dan mengembangkan segala potensi yang telah diamanatkan oleh Khaliqnya. Lebih jauhnya lagi, bekerja dan berusaha untuk mencari penghasilan merupakan upaya menggapai kerinduan kepada sang Khaliq.
“ Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jum’ah : 10)
Disisi lain Rosulullah saw. telah mengajarkan bahwa, "khoirunnas anfa'uhum linnas" atau sebaik-baik manusia disisi Allah swt. adalah dia yang bisa memberikan manfa'at kepada manusia lainnya. Hanya manusia yang berhasil memandirikan dirinyalah yang akan menjadi manusia yang memiliki kesempatan yang luas dalam membagi kemanfaatan kepada manusia disekelilingnya. Inilah dalil lainnya yang menjadikan derajat bekerja dan berusaha sebagai ibadah.
“Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk : 15)
Mau bekerja dan mau berusaha mencerminkan komitmen terhadap memudahkan diri dalam meraih kebahagiaan. Dan kebahagiaan hakiki adalah bisa kembali kepadaNya dengan selamat serta ada dalam selimut Rahmah dan ke-RidloanNya.

Penjabaran yang telah terangkai dalam tulisan diatas setidaknya memberikan gambaran konkrit terhadap "mengapa bekerja dan berusaha menjadi bagian dari ibadah?". Yaitu ; bekerja dan berusaha merupakan aplikasi dari nilai syukur atas segala ni'mat yang telah diberikan Allah swt. kedalam kehidupan sehari-hari. Amaliah yang sesungguhnya adalah bekerja setulus hati.

Salam sukses

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Jangan sungkan untuk berkomentar, karena komentar Anda sangat berharga untuk semua orang. Orang terhebat itu yang mau berbagi gagasan dengan orang semua orang.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *