Apa Yang Terjadi Bila Gula Darah Naik Atau Sebaliknya?

Banyak orang yang bertanya; Apa Yang Terjadi Bila Gula Darah Naik Atau Sebaliknya?... Pertanyaan ini muncul karena banyak masyarakat yang merasa harus melakukan pencegahan terkait munculnya gula darah didalam tubuh yang berpotensi menjadi penyakit.

Berikut admin sajikan sebuah artikel yang diambil dari www.alodokter.com, dimana artikel yang akan Anda baca dibawah ini memberikan penjelasan yang sangat detail mengenai kadar Gula Darah dalam tubuh beserta pengaruhnya untuk kesehatan tubuh kita.

Apa Yang Terjadi Bila Gula Darah Naik Atau Sebaliknya?

Kadar gula darah adalah banyaknya zat gula atau glukosa di dalam darah. Meskipun senantiasa mengalami perubahan, kadar gula darah perlu dijaga dalam batas normal agar tidak terjadi gangguan di dalam tubuh.

Kadar gula darah dipengaruhi oleh asupan nutrisi dari maknan atau minuman, khususnya karbohidrat, serta jumlah insulin dan kepekaan sel-sel tubuh terhadap insulin. Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akn mmberikan dampak buruk bagi kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Apa yang Terjadi jika Gula Darah Terlalu Tinggi?

Kadar gula darah dikatakn terlalu tinggi jika melebihi 200 mg/dL. Istilah medis utk kadar gula darah terlalu tinggi adalah hiperglikemia.

Hiperglikemia dapat terjadi ketika tubuh tidak mmiliki cukup insulin, yaitu hormon yang dilepas oleh pankreas. Insulin berfungsi menyebarkan gula dari darah ke seluruh sel-sel tubuh agar bisa diproses menjadi energi.

Gula darah tinggi juga dapat terjadi bila sel-sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin, sehingga gula dari darah tidak dapat masuk ke dalam sel utk diproses.

Gula darah tinggi sering dialami oleh penderita diabetes yang tidak menjalani gaya hidup sehat, misalnya terlalu banyak makn, kurang berolahraga, atau lupa mengonsumsi obat diabetes atau insulin. Selain itu, gula darah tinggi pada penderita diabetes juga dapat dipicu oleh stres, infeksi, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Orang normal yang tidak menderita diabetes juga bisa terkena hiperglikemia, terutama jika sedang mengalami sakit berat. Tanda-tanda Anda mmiliki kadar gula darah terlalu tinggi adalah badan terasa lelah, nafsu makn sangat tinggi, bobot tubuh berkurang, sering merasa haus, dan sering buang air kecil.

Jika kadar gula darah mencapai 350 mg/dL atau lebih, gejala yang dapat muncul adalah sangat haus, penglihatan buram, pusing, gelisah, dan penurunan kesadaran. Di samping itu, kulit akn terlihat mmerah, kering, dan terasa panas.

Apabila tidak segera ditangani, kadar gula darah yang terlalu tinggi bisa menimbulkan ketoasidosis diabetik atau sindrom hiperglikemi hiperosmolar, yang dapat berakibat fatal.

Selain itu, kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama tanpa pengobatan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada gigi dan gusi, masalah kulit, osteoporosis, gagal ginjal, kerusakn saraf, kebutaan, serta penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Apa yang Terjadi jika Gula Darah Terlalu Rendah?

Gula darah terlalu rendah atau hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini juga umum terjadi pada penderita diabetes, yaitu akibat efek samping obat antidiabetes yang dikonsumsinya. Obat antidiabetes, khususnya insulin, bisa menurunkan kadar gula darah secara berlebihan.

Penderita diabetes tipe 1 tidak mmiliki hormon insulin dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu, diperlukan tambahan insulin dari luar yang biasanya berupa suntikan. Namun jika dosisnya terlalu tinggi, insulin bisa mmbuat gula darah turun drastis.

Pada penderita diabetes, hipoglikemia dapat terjadi jika penggunaan insulin atau obat antidiabetes tidak diiringi oleh asupan maknan yang cukup. Olahraga yang berlebihan juga dapat mmicu kondisi ini.

Bukan hanya penderita diabetes, orang yang tidak menderita diabetes pun bisa mengalami hipoglikemia atau gula darah rendah. Beberapa penyebabnya adalah:

  • Terlalu banyak minum minuman beralkohol.
  • Menderita penyakit tertentu, seperti hepatitis, anoreksia nervosa, atau tumor pada pankreas.
  • Kekurangan hormon tertentu.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya quinine.
  • Tanpa sengaja mengonsumsi obat antidiabetes milik orang lain.

Jika kadar gula darah rendah, tubuh akn terasa lemas dan tidak bertenaga. Gejala lain yang bisa Anda alami adalah lapar, keluar keringat dingin, kulit pucat, jantung berdebar, kesemutan di area mulut, gelisah, dan mudah marah.

Sedangkan gejala yang akn Anda alami ketika kadar gula darah terlalu rendah (di bawah 40 mg/dL), antara lain:

  • Bicara melantur
  • Sulit konsentrasi
  • Tidak mampu berdiri atau berjalan
  • Otot berkedut
  • Kejang

Jika didiamkan, kondisi ini dapat menyebabkan stroke, koma, bahkan kematian.

Mari Cek Gula Darah Anda

Tes gula darah umumnya dianjurkan bagi orang yang mmiliki gejala diabetes, seperti sering haus, sering buang air kecil, dan sering merasa lapar. Selain itu, tes ini juga dapat dianjurkan bagi orang-orang yang mmiliki riwayat diabetes dalam keluarga.

Cara untuk mengetahui kadar gula darah adalah dgn melakukan tes darah. Tes ini berguna utk mmonitor kadar gula darah dalam tubuh Anda, agar tidak keluar dari batas normal.

Tes gula darah bisa dilakukan sendiri di rumah menggunakn alat glukometer. Sampel darah utk pemeriksaan ini diambil dgn menusuk ujung jari menggunakn jarum khusus.

Anda juga bisa melakukan tes gula darah di rumah sakit. Ada beberapa jenis tes gula darah yang bisa dilakukan:

Tes gula darah puasa

Anda diharuskan puasa delapan jam sebelum pengambilan sampel darah. Tes ini sering dipakai utk mendiagnosis kondisi pradiabetes dan penyakit diabetes.

Tes toleransi glukosa oral (TTGO)

Dalam tes ini Anda akn diberikan glukosa dalam jumlah tertentu, dan dua jam kemudian, kadar gula dalam darah Anda akn diperiksa.

Tes hemoglobin A1c (HbA1c) atau glikohemoglobin

Tes ini dilakukan utk mengetahui kadar gula darah pada sel darah merah. Hasil tes HbA1c dapat mmberi informasi mengenai kadar gula Anda selama 2-3 bulan terakhir.

Tes ini mmudahkan dokter utk menyesuaikan dosis dan jenis obat-obatan antidiabetes, jika diperlukan. Anda tidak perlu menjalani persiapan khusus utk melakukan tes ini.

Tes gula darah sewaktu

Tes ini bisa dilakukan kapan saja dan tidak mmerlukan persiapan khusus. Namun, pemeriksaan gula darah sewaktu tidak dapat digunakn utk mendiagnosa diabetes.

Pemeriksaan ini hanya dipakai utk mmantau naik-turunnya gula darah pada penderita diabetes, atau utk melihat kadar gula darah pada pasien dgn kondisi tertentu, misalnya lemas atau pingsan.

Jika hasil tes gula darah sewaktu Anda tinggi, belum tentu Anda menderita diabetes. Bisa jadi kondisi ini merupakn pengaruh dari maknan atau minuman yang baru saja Anda konsumsi.

Apabila hasil tes gula darah sewaktu Anda menunjukkan kadar yang rendah, namun Anda tidak merasa lemas atau pusing, kemungkinan ada kesalahan pada alat atau teknik pemeriksaan. Oleh karena itu, Anda perlu mendiskusikan kembali hasil pemeriksaan ini dgn dokter.

Sangat dianjurkan utk berkonsultasi terlebih dahulu dgn dokter mengenai tes apa yang cocok utk Anda jalani. Tanyakn pula kepada dokter mengenai risiko atau hal-hal lainnya yang berkaitan dgn tes tersebut.

Lalu Berapa Kadar Gula Darah Normal?

Kadar gula darah normal tidak selalu sama, tergantung kapan tes dilakukan, setelah atau sebelum makn. Berikut ini adalah batasan kadar gula darah normal, namun mmiliki patokan yang berbeda-beda.

Tes gula darah setelah makn

Jika tes gula darah dilakukan dua jam setelah makn, maka kadar gula darah normal adalah kurang dari 140 mg/dL atau 7.8 mmol/L. Batasan ini berlaku utk orang berusia di bawah 50 tahun.

Bagi orang yang berusia 50-60 tahun, kadar normalnya adalah kurang dari 150 mg/dL atau 8.3 mmol/L. Sedangkan pada orang berusia 60 tahun ke atas, kadar gula darah normal adalah 160 mg/dL atau 8.9 mmol/L.

Tes gula darah setelah puasa

Jika tes gula darah dilakukan setelah puasa, maka kadar gula darah yang normal seharusnya kurang atau sama dgn 100 mg/dL atau 5.6 mmol/L.

Tes gula darah secara acak

Jika tes gula darah dilakukan secara acak (tes gula darah sewaktu), maka hasilnya tidak bisa disamakn, tergantung dari kapan tes dilakukan dan apa yang dikonsumsi sebelum tes.

Secara umum, kadar gula darah normal adalah 80-120 mg/dL atau 4.4-6.6 mmol/L, jika tes dilakukan sebelum makn atau setelah bangun tidur. Sedangkan jika tes dilakukan sebelum tidur, batasan normalnya adalah 100-140 mg/dL atau 5.5-7.7 mmol/L.

Tes hemoglobin utk gula darah

Pada tes hemoglobin utk gula darah (HbA1c), kadar normalnya adalah kurang dari atau sekitar 7 persen.

Namun perlu Anda ingat, batasan yang dipakai setiap laboratorium mungkin akn berbeda, tergantung alat yang digunakn. Jadi, gunaknlah patokan yang diberikan oleh laboratorim tempat Anda mmeriksa gula darah.

Di samping itu, pastikan juga Anda mencatat tanggal tes dan hasilnya, serta apa saja yang Anda konsumsi dan aktivitas yang Anda lakukan sebelum menjalani tes tersebut.

Hasil pemeriksaan gula darah yang normal tidak selalu dapat menandakn bahwa Anda tidak berisiko menderita diabetes. Guna mmastikannya, Anda tetap dianjurkan utk mengonsultasikan hasil pemeriksaan gula darah Anda pada dokter, terlebih jika Anda mengalami gejala diabetes atau mmiliki risiko utk mengalami diabetes.

Pemeriksaan gula darah hendaknya dilakukan dgn bijak dan sesuai dgn kebutuhan. Jalani pemeriksaan gula darah sesuai dgn saran dokter dan terapkanlah pola hidup sehat guna mencegah dampak buruk dari tinggi atau rendahnya kadar gula darah.

Kini Anda sudah tahu Apa Yang Terjadi Bila Gula Darah Naik Atau Sebaliknya?

Dari artikel diatas tentunya Anda sudah belajar banyak mengenai bahaya gula darah dalam tubuh apa bila sudah berkurang atau berlebih dari ukuran normal. Jadi pencegahan adalah cara terbaik untuk melindungi normalitas gula darah dalam tubuh kita.

Banyak cara yang bisa dilakukan bila seseorang sudah terlanjur mengalami rendahnya atau tingginya kadar gula didalam tubuhnya. Salah satu cara untuk mengembalikan kadar gula menjadi normal adalah dengan detoksifikasi. Dimana detoksifikasi dalam tubuh ini merupakan proses yang bisa membantu tubuh mengurangi dan menghilangkan toksin dari dalam tubuh yang menjadi penyebab utama munculnya kekurangan dan ketinggian kadar gula dalam tubuh.

Kini ada program Smart Detox yang sudah membantu jutaan orang keluar dari masalah kesehatan yang mereka alami, salah satunya adalah yang mengalami ketidak normalan kadar gula didalam tubuhnya, baik kerendahan ataupun ketinggian. Yuk selengkapnya baca di warung sehat...

Belum ada Komentar untuk "Apa Yang Terjadi Bila Gula Darah Naik Atau Sebaliknya?"

Posting Komentar

Jangan sungkan untuk berkomentar, karena komentar Anda sangat berharga untuk semua orang. Orang terhebat itu yang mau berbagi gagasan dengan orang semua orang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel